Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, Program Studi D4 Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) dengan bangga menyelenggarakan Eminence Lecture tahun 2025 bekerja sama dengan PT Datascrip. Seminar dan kuliah umum bertema “3D Geospatial Based for Disaster Management: Building a Smarter and Safer Indonesia” ini mengangkat peran strategis teknologi geospasial 3D dalam mitigasi dan penanggulangan bencana di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM. Dalam sambutannya, Prof. Cecep menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara sektor pendidikan dan praktisi dalam mendukung kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Dalam pembukaan, kegiatan ini juga disambut oleh Ibu Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T., sebagai Ketua Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis serta Bapak Danang Kurniawarman sebagai Division Manager CAD and Survey PT. Datascrip, yang dalam hal ini kedua sosok ini menjadi ujung tombak terlaksananya Eminence Lecture berkat kolaborasi luarbiasa.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi luar biasa antara dunia akademik dan industri, yang menghadirkan empat narasumber ahli dengan kompetensi dan pengalaman internasional. Mereka adalah:
- Dr. Riantini Vitriana, S.T., M.T., Associate Professor dari Departemen Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung (ITB), ahli Sistem Informasi Geografis dan Basis Data Spasial;
- Ir. Kristianto, M.Si., pakar vulkanologi dan seismologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
- Adhityo Susilo Nugroho, S.T., spesialis manajemen produk dan dukungan teknis dari PT Leica Geosystem Indonesia, perusahaan teknologi survei dan pemetaan berpengalaman lebih dari 200 tahun;
- Rio Indra Pangestu, S.T., technical support engineer dari PT Datascrip yang membawa pengalaman lapangan mumpuni dalam teknologi geospasial.

Eminence Lecture terbagi menjadi tiga sesi utama dengan empat paparan materi inovatif sebagai berikut:
- Integrasi Pemodelan Digital 3D dan Machine Learning untuk Deteksi Kerusakan Bangunan Pasca Bencana
Pembahasan mengenai pemanfaatan teknologi pemodelan digital 3D yang dikombinasikan dengan algoritma pembelajaran mesin berbasis citra penginderaan jauh untuk deteksi cepat dan akurat terhadap kerusakan bangunan, mendukung respons bencana yang lebih efektif.
- Peringatan Dini Erupsi Gunung Api Berbasis Data Spasial dan Sensor Multi-Platform
Fokus pada sistem pemantauan gunung api yang memanfaatkan data spasial 3D dan sensor canggih untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan peringatan dini, sekaligus memfasilitasi evakuasi serta mitigasi bencana vulkanik.
- Solusi Pemantauan Canggih Menggunakan UAV, IoT, dan Big Data
Menyoroti penggunaan drone (UAV), sensor Internet of Things (IoT), dan pengolahan data besar secara real-time sebagai pilar utama dalam memperkuat kesiapsiagaan serta pengambilan keputusan berbasis data yang presisi.
- Pemanfaatan Teknologi 3D Reality Capture untuk Manajemen Bencana
Penggunaan teknologi LiDAR dan fotogrametri dalam membuat model 3D akurat untuk perencanaan tanggap darurat, simulasi evakuasi, serta rekonstruksi wilayah terdampak bencana.

Selain sesi paparan, acara ini juga menampilkan demo dan pameran peralatan survei terkini, termasuk robot ber-sensor LiDAR, total laser scanner, handheld laser scanner, GPS, dan berbagai teknologi mutakhir lainnya.
Eminence Lecture 2025 ini dihadiri oleh berbagai institusi terkemuka seperti PT Leica Geosystem Indonesia, Akademisi, Dinas Komunikasi dan Informastika Provinsi Jawa Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bandung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta berbagai akademisi dan pelaku industri lainnya.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan sukses, ditandai dengan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai instansi dan antusiasme tinggi dari mahasiswa Program Studi D4 Survei Pemetaan dan Informasi Geografis serta mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Geografi dan Sains Informasi Geografi.
Seminar ini menegaskan bahwa integrasi teknologi geospasial 3D, machine learning, dan solusi pemantauan cerdas menjadi fondasi penting dalam membangun sistem manajemen bencana yang adaptif dan tangguh. Sinergi lintas sektor, investasi teknologi, dan penguatan sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas, aman, dan siap menghadapi tantangan bencana di masa depan.

