Bandung, Selasa 6 Mei 2026 — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah dosennya dalam memperoleh pendanaan Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan secara resmi oleh Asosiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (ALP PTNBH) melalui surat pengumuman hasil seleksi proposal RKI dan PMKI Tahun 2026.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat dosen-dosen PPKn UPI dalam mengembangkan riset kolaboratif lintas perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta solusi terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, dan kewarganegaraan di Indonesia.
Salah satu proposal yang berhasil memperoleh pendanaan adalah penelitian berjudul “Survei Civic Responsibility Mahasiswa dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi” yang diketuai oleh Rahmat dari Universitas Pendidikan Indonesia dengan kolaborator Made Yudhi Setiani dari Universitas Terbuka dan Dikdik Baehaqi Arif dari Perguruan Tinggi Swasta UAD. Penelitian ini berfokus pada penguatan tanggung jawab kewargaan mahasiswa dalam merespons isu kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Selain itu, Prof. Dr. Cecep Darmawan, M.Si. juga berhasil memperoleh pendanaan melalui riset berjudul “Model Komunikasi Kebijakan Pada Program Manajemen Pengelolaan Sampah Terpadu Tuntas di Tempat Berbasis PESTEL, Pentahelix, Green Technology Mewujudkan Zero Waste dan Green Economy Berkelanjutan.” Penelitian ini merupakan kolaborasi bersama Adi Firmansyah dari Institut Pertanian Bogor dan Suryanef dari Universitas Negeri Padang. Riset tersebut menitikberatkan pada pengembangan model komunikasi kebijakan berbasis keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau.
Pada bidang penguatan civic engagement dan transformasi digital pembelajaran kewarganegaraan, Leni Anggraeni dari Universitas Pendidikan Indonesia juga dinyatakan lolos pendanaan melalui proposal berjudul “DIGITAL CIVIC LEADERSHIP AND INNOVATION PROJECT (DCLIP): Penguatan Civic Engagement dan Kompetensi Sosioteknologi Mahasiswa melalui MKWK Pendidikan Kewarganegaraan.” Penelitian ini melibatkan Epin Saepudin dari Institut Teknologi Bandung dan Raden Roro Nanik Setyowati dari Universitas Negeri Surabaya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sapriya, M.Ed. turut meraih pendanaan melalui penelitian berjudul “Implementasi Differentiated Hypermedia E-Module for Social Studies (EduHYPE-IPS) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar.” Penelitian ini dilaksanakan bersama Maria Montessori dari Universitas Negeri Padang dan Mukhamad Murdiono dari Universitas Negeri Yogyakarta. Riset tersebut berfokus pada pengembangan inovasi pembelajaran IPS berbasis teknologi digital dan pendekatan diferensiasi untuk meningkatkan kreativitas peserta didik sekolah dasar.
Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi dosen-dosen PPKn UPI dalam memperkuat budaya akademik, kolaborasi nasional, serta pengembangan riset multidisipliner yang relevan dengan tantangan masyarakat kontemporer. Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi PPKn UPI sebagai program studi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan keilmuan kewarganegaraan, pendidikan, teknologi pembelajaran, dan pembangunan berkelanjutan.
Program Studi PPKn UPI menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh dosen yang berhasil memperoleh pendanaan Program RKI Tahun 2026. Diharapkan penelitian-penelitian tersebut dapat menghasilkan luaran akademik yang berkualitas, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
