
Oleh Tim Publikasi SPIG
Bandung, 5 Mei 2026 – Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan kegiatan pelatihan pengoperasian alat survei hidrografi bersama Oseanland di kawasan Gelanggang Renang Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan praktik penggunaan teknologi USV SatLab Geosolution serta Single Beam Echo Sounder (SBES) sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang survei batimetri dan hidrografi.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktis yang memperkenalkan mahasiswa pada teknologi survei perairan modern yang saat ini banyak digunakan dalam industri geospasial dan kelautan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam pengoperasian perangkat survei berbasis teknologi digital dan autonomous system.

Rangkaian Kegiatan Pelatihan
Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan alat dan pemaparan materi mengenai prinsip dasar survei hidrografi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada fungsi, komponen, serta metode kerja USV dan SBES dalam proses pengambilan data kedalaman perairan.
Dari pihak Oseanland, pelatihan dipandu oleh dua perwakilan, yaitu Agung yang merupakan alumni SPIG angkatan 2017, serta Fauzan yang bertugas sebagai teknisi alat. Kehadiran alumni SPIG dalam kegiatan ini memberikan gambaran langsung kepada mahasiswa mengenai keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri geospasial profesional.
Mahasiswa diberikan penjelasan mengenai alur survei batimetri, mulai dari perencanaan jalur survei, pengaturan sistem navigasi, akuisisi data, hingga proses monitoring hasil pengukuran secara real-time.

Pengenalan Teknologi USV dan SBES
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah penggunaan USV SatLab Geosolution, yaitu wahana survei tanpa awak yang dirancang untuk melakukan pengambilan data hidrografi secara efisien dan presisi. Mahasiswa diperlihatkan bagaimana sistem autonomous pada USV dapat membantu proses survei di area perairan dengan tingkat keamanan dan efisiensi yang lebih tinggi dibanding metode konvensional.
Selain itu, mahasiswa juga mempelajari penggunaan Single Beam Echo Sounder (SBES), alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman perairan menggunakan gelombang akustik. Dalam praktiknya, SBES menjadi salah satu instrumen utama dalam survei batimetri karena mampu menghasilkan data kedalaman yang dibutuhkan untuk pemetaan dasar perairan.
Pada sesi praktik lapangan di Gelanggang Renang UPI, mahasiswa melakukan simulasi pengoperasian alat, mulai dari pengaturan jalur akuisisi hingga monitoring pembacaan data kedalaman. Kegiatan ini memberikan pemahaman nyata mengenai integrasi antara perangkat navigasi, sensor kedalaman, dan sistem pengolahan data.
Membangun Kompetensi Mahasiswa di Bidang Hidrografi
Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperluas kompetensi mahasiswa SPIG, khususnya pada bidang survei hidrografi dan teknologi pemetaan perairan. Penguasaan alat seperti USV dan SBES menjadi relevan dengan perkembangan industri geospasial yang semakin mengarah pada penggunaan sistem otomatis dan teknologi berbasis data digital.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di bidang survei kelautan, hidrografi, dan pemetaan perairan. Interaksi langsung dengan praktisi industri memberikan pengalaman tambahan yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas.
Penutup
Melalui pelatihan bersama Oseanland ini, mahasiswa SPIG memperoleh pengalaman praktis dalam penggunaan teknologi survei hidrografi modern. Kehadiran alumni dan praktisi industri dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja geospasial di masa depan.
