Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
SKRIPSI ADALAH PERJALANAN: TANTANGAN YANG DIJAWAB MELALUI PROSES DAN KONSISTENSI

Penulis: Sandra Tiana (SaIG, 2201143)

Penyunting: Hilmy Nurizky

Penulis skripsi merupakan salah satu fase yang menantang sekaligus berkesan dalam perjalanan akademik saya. Proses ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesabaran, konsistensi, serta manajemen waktu yang baik. Dalam perjalanan tersebut, saya menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar justru berasal dari diri sendiri, seperti rasa takut untuk memulai dan kecenderungan memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kunci utama dalam menyelesaikan skripsi adalah terus berproses, mengerjakan apa yang mampu dilakukan, dan berusaha secara konsisten. Motivasi saya tumbuh ketika saya berkesempatan menjadi master of ceremony dalam salah satu pertemuan wisudawan bersama Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi. Melihat langsung pencapaian para wisudawan yang mampu menyelesaikan lebih cepat menumbuhkan rasa bangga sekaligus menjadi dorongan kuat bagi saya.

Perjalanan saya dimulai ketika saya mengikuti mata kuliah Metode Penelitian yang diampu oleh Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Melalui mata kuliah ini, saya banyak belajar mengenai tahapan penyusunan proposal penelitian, mulai dari pengajuan judul yang tidak selalu langsung diterima, penyusunan Bab I dengan penekanan pada ketepatan penulisan, kejelasan tujuan, serta perumusan masalah, hingga penyusunan Bab III yang sering kali memerlukan revisi. Dari proses tersebut, saya semakin menyadari pesan penting yang beliau sampaikan, bahwa kunci utama dalam menyusun skripsi adalah fokus, konsistensi dalam menulis, dan kemauan untuk terus berprogres. 

Berangkat dari pengalaman dan pemahaman yang saya peroleh melalui mata kuliah Metode Penelitian tersebut, saya mulai melangkah ke tahap berikutnya dengan lebih serius. Dengan bekal pemahaman awal mengenai penyusunan proposal, saya memberanikan diri mengajukan judul penelitian kepada dosen pembimbing akademik saya, Ibu Annisa Joviani Astari, M.I.L., M.Sc., Ph.D. Melalui bimbingan beliau, saya memperoleh banyak pelajaran penting dalam penulisan proposal, khususnya mengenai pentingnya keterkaitan antara rumusan masalah dengan metode penelitian yang tertuang dalam Variabel penelitian. Proses bimbingan tersebut memberikan banyak pembelajaran berharga dalam perjalanan penyusunan proposal hingga akhirnya saya dinyatakan siap untuk melaksanakan seminar proposal.

Tidak berhenti sampai pada tahap pengajuan judul dan penyusunan proposal, dosen pembimbing akademik saya juga memberikan dukungan dan pendampingan yang sangat berarti selama proses seminar proposal. Pengalaman mengikuti seminar proposal menjadi salah satu momen yang berkesan, karena melalui forum tersebut saya memperoleh banyak masukan, kritik, dan saran dari para dosen pembahas. Berbagai revisi yang diberikan menjadi pembelajaran penting bagi saya untuk terus memperbaiki kualitas penelitian dan tulisan agar menjadi lebih baik. Dalam proses penyusunan proposal tersebut, saya menyadari bahwa tantangan terbesar saya karena mengerjakannya bersamaan dengan pelaksanaan magang semester 6. Kondisi ini menuntut saya untuk mengatur waktu dan menjaga konsistensi agar tanggung jawab akademik dan profesional dapat berjalan seimbang.

Dok. Penulis

Sembari melaksanakan magang, saya berusaha menyicil pengerjaan revisi secara bertahap. Prinsip yang selalu saya pegang adalah tidak mengapa mengerjakan sedikit demi sedikit, asalkan tetap ada kemajuan. Meskipun proses ini terasa berat karena fokus harus terbagi antara tanggung jawab akademik dan kegiatan magang, saya tetap berusaha menjalani keduanya dengan sebaik mungkin. Dalam mengerjakan revisi, saya kerap mengalami kebingungan terhadap beberapa masukan yang diberikan. Namun demikian, saya memilih untuk tetap mengerjakannya terlebih dahulu sebagai bentuk usaha dan komitmen terhadap proses yang sedang dijalani. Tantangan tidak hanya berhenti pada tahap pengerjaan revisi. Setelah revisi dilakukan, saya juga harus aktif menindaklanjuti hasil perbaikan dengan meminta feedback dari para dosen pembimbing dan dosen pembahas. Proses ini sering kali terkendala oleh keterbatasan waktu, terutama karena jadwal bimbingan yang kerap berbenturan dengan jadwal magang. 

Setelah menerima feedback dari dosen pembahas dan dosen pembimbing serta menyelesaikan seluruh revisi yang diberikan, saya akhirnya memperoleh tanda tangan persetujuan. Tanda tangan tersebut menjadi penanda bahwa saya dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu pendaftaran Surat Keputusan (SK) pembimbing skripsi. Pada tahap ini, saya merasakan ketenangan tersendiri karena satu proses telah terlewati, meskipun saya menyadari bahwa perjalanan penyusunan skripsi masih akan berlanjut dengan tantangan yang lebih besar. Sembari menunggu terbitnya SK pembimbing skripsi, saya tetap melanjutkan kegiatan magang yang sedang saya jalani. Hingga akhirnya SK tersebut resmi diterbitkan, saya ditetapkan mendapatkan dosen pembimbing skripsi, yaitu Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. sebagai Pembimbing I dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. sebagai Pembimbing II. Penetapan pembimbing skripsi ini menjadi awal dimulainya tahap baru dalam perjalanan penyusunan skripsi saya secara lebih terarah.

Pada tahap penyusunan Bab I hingga Bab III, saya dibimbing secara intensif oleh Pembimbing I. Dalam proses ini, saya mengalami banyak tantangan dan kebingungan yang cukup mendalam. Penelitian yang saya angkat belum pernah diteliti oleh alumni sebelumnya, sehingga saya tidak memiliki rujukan langsung yang dapat dijadikan panutan. Kondisi tersebut sempat membuat saya merasa ingin mengeluh dan meragukan arah penelitian yang saya lakukan. Namun demikian, Pembimbing I membimbing saya dengan sabar, perlahan, dan bertahap. Beliau tidak hanya mengarahkan secara konseptual, tetapi juga menelaah secara detail jurnal-jurnal yang saya gunakan sebagai referensi, serta membantu mengevaluasi dan menyempurnakan judul penelitian saya. Melalui proses bimbingan yang rutin dan konsisten, saya perlahan mulai menemukan arah penelitian yang lebih jelas. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa kesulitan tersebut dapat terlewati ketika saya berani untuk terus melakukan bimbingan dan tidak menghindari proses yang ada.

Setelah melalui banyak sesi bimbingan dengan Pembimbing I, saya kembali menghubungi Pembimbing II dengan bekal pemahaman yang lebih matang, meskipun masih terdapat banyak hal baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Dalam proses ini, Pembimbing II memberikan arahan yang sangat berarti, khususnya terkait aspek teknis penelitian, baik pada tahap persiapan lapangan maupun pengolahan data. Sebelum terjun ke lapangan, saya menghadapi berbagai tantangan, terutama karena pengukuran kebisingan harus mempertimbangkan sejumlah standar dan ketentuan SNI yang cukup kompleks. Kendati demikian, seluruh proses tersebut dapat dilalui berkat pendampingan Pembimbing II yang secara konsisten melakukan pemantauan terhadap hasil pengukuran lapangan dan proses pengolahan data. Pada fase ini, saya merasakan beban yang cukup berat karena saya harus melakukan pengambilan data lapangan, sementara di sisi lain saya tetap harus mencari dan mempersiapkan kegiatan magang untuk semester tujuh. 

Selama kurang lebih satu bulan pengambilan data di lapangan, saya tetap dan sambil melanjutkan pengerjaan Bab IV dan pada fase ini saya benar-benar merasakan beratnya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Revisi pada pengolahan data terus berlangsung, sementara keesokan harinya saya harus kembali melakukan pengambilan data di lapangan sejak pagi hingga sore hari. Di tengah proses tersebut, saya juga harus memikirkan rencana magang semester tujuh, sehingga banyak hal yang perlu saya pertimbangkan secara bersamaan. Pada akhirnya, Pembimbing I memberikan target agar skripsi dapat diselesaikan sebelum masa magang dimulai. Meskipun saat itu saya belum sepenuhnya yakin dapat memenuhi target tersebut karena belum adanya kejelasan terkait lokasi magang dan masih dalam tahap mengupayakan berbagai persiapan, saya tetap berusaha menjalani setiap proses dengan sebaik mungkin dan meyakini bahwa seluruh tantangan tersebut dapat saya lewati.

Tidak lama setelah proses pengambilan data di lapangan selesai, Pembimbing I dan Pembimbing II mulai menelaah hasil penelitian saya dan menyatakan bahwa hasil tersebut dapat dipahami dengan baik. Dari tahap ini, saya mulai merasakan ketenangan karena penelitian yang saya kerjakan menunjukkan arah yang jelas. Pada waktu yang hampir bersamaan, saya juga menerima kabar bahwa saya dinyatakan diterima untuk melaksanakan magang di Pertamina NRE. Kondisi tersebut mendorong saya untuk segera menyelesaikan Bab V, mengingat dalam kurun waktu dua minggu ke depan saya harus berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan kegiatan magang.

Dalam kurun waktu dua minggu tersebut, saya memfokuskan diri untuk menyelesaikan Bab V sambil tetap melakukan bimbingan secara intensif dengan Pembimbing I dan Pembimbing II. Hingga akhirnya, tepat dua hari sebelum keberangkatan saya ke Jakarta, saya telah memperoleh persetujuan (acc) dari kedua pembimbing. Hal tersebut membuat saya berangkat ke Jakarta dengan perasaan yang jauh lebih tenang, karena target penyusunan skripsi telah terpenuhi. Dengan demikian, selama menjalani magang saya dapat lebih fokus pada kegiatan profesional tanpa terbebani oleh pikiran terkait skripsi.

Setelah tiga bulan fokus menjalani magang di Pertamina NRE, saya kembali ke kampus untuk mempersiapkan pendaftaran sidang. Pada momen ini, saya kembali bertemu dengan Ketua Program Studi serta teman-teman seperjuangan yang sejak awal bersama-sama berproses dalam menyelesaikan skripsi. Rasanya menyenangkan dan membanggakan dapat melihat kami kembali bertemu di tahap akhir dengan tujuan yang sama, yaitu mendaftar sidang. Saya turut merasa bangga atas pencapaian teman-teman lainnya, sekaligus menyadari bahwa target yang diberikan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II benar-benar menjadi nyata bagi saya. Untuk itu, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan yang telah membawa saya sampai pada tahap ini. Saat ini, saya hanya menunggu pelaksanaan sidang dan exposé magang semester tujuh, dengan harapan proses yang akan dijalani ke depan tetap diberikan kelancaran.

Mengikuti program percepatan selama 3.5 tahun, saya semakin menyadari pentingnya menjaga ritme dan konsistensi dalam setiap tahapan yang dijalani. Program ini secara tidak langsung membentuk pola kerja yang terstruktur, di mana setiap proses memiliki target waktu yang jelas dan harus diselesaikan sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, konsistensi menjadi kunci utama agar saya tidak tertinggal dari tahapan yang sudah direncanakan. Dengan berusaha tetap disiplin dan terus berprogres, meskipun dalam langkah kecil, saya mampu menjaga keberlanjutan proses pengerjaan skripsi sehingga tetap selaras dengan target waktu yang diharapkan. 

Pengalaman ini memberikan pemahaman bagi saya bahwa keberhasilan dalam menyelesaikan skripsi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menjaga konsistensi, komitmen, dan kedisiplinan terhadap waktu. Melalui proses tersebut, saya belajar bahwa mengikuti timeline bukanlah sebuah tekanan, melainkan panduan yang membantu saya untuk tetap berada di jalur yang tepat hingga mencapai tahap akhir penyusunan skripsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *