Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Program Studi Pendidikan IPS UPI Kembali Meluluskan Doktor, Nurlaili Handayani Kembangkan Model Multikultural Berbasis Modal Sosial Masyarakat Lombok

 

Bandung — Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Pendidikan IPS), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menorehkan capaian akademik dengan meluluskan doktor baru melalui Ujian Promosi Doktor (S3) atas nama Nurlaili Handayani, NIM 2211434.

Nurlaili Handayani berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Model Multikultural Berbasis Modal Sosial Masyarakat Lombok (MOSI) untuk Meningkatkan Cultural Intelligence Siswa dalam Pembelajaran IPS.”

Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 15.30–17.00 WIB. Pelaksanaan ujian ini menjadi momentum penting bagi Nurlaili Handayani sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam mengembangkan kajian dan inovasi pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman budaya masyarakat Indonesia.

Disertasi Nurlaili Handayani mengangkat modal sosial masyarakat Lombok sebagai basis pengembangan model pembelajaran multikultural. Kekayaan sosial dan budaya masyarakat Lombok menjadi sumber penting untuk menghadirkan pembelajaran IPS yang tidak terlepas dari realitas kehidupan peserta didik.

Melalui model MOSI (Modal Sosial Masyarakat Lombok), penelitian ini berupaya mengintegrasikan berbagai potensi modal sosial masyarakat ke dalam pembelajaran IPS. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan cultural intelligence atau kecerdasan budaya siswa, sehingga peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami, menghargai, dan berinteraksi secara positif dalam lingkungan masyarakat yang memiliki keberagaman budaya.

Pengembangan model pembelajaran multikultural menjadi semakin relevan dalam konteks masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, tradisi, dan nilai sosial. Pembelajaran IPS memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman tersebut karena peserta didik tidak hanya mempelajari masyarakat sebagai objek kajian, tetapi juga dipersiapkan untuk hidup dan berinteraksi di tengah keberagaman.

Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana modal sosial dan kearifan masyarakat lokal dapat menjadi sumber pembelajaran untuk membangun kompetensi sosial dan budaya peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran IPS diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus menumbuhkan sikap terbuka terhadap perbedaan.

Dalam Ujian Promosi Doktor tersebut, Nurlaili Handayani diuji oleh lima akademisi, yaitu:

  1. Prof. Dr. Dra. Elly Malihah, M.Si.
  2. Prof. Dr. Kokom Komalasari, M.Pd.
  3. Prof. Dr. Siti Nurbayani K., S.Pd., M.Si.
  4. Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed.
  5. Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd.

Capaian Nurlaili Handayani menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam menghasilkan doktor yang mampu mengembangkan penelitian berbasis potensi sosial dan budaya masyarakat. Kajian yang menghubungkan modal sosial masyarakat Lombok dengan pendidikan multikultural turut memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan IPS, khususnya dalam pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada keberagaman dan kecerdasan budaya.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa lingkungan sosial dan budaya masyarakat dapat menjadi sumber belajar yang bernilai dalam membangun kompetensi peserta didik. Integrasi modal sosial lokal ke dalam pembelajaran IPS dapat menjadi salah satu strategi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih kontekstual, inklusif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Keberhasilan Nurlaili Handayani menyelesaikan pendidikan doktoral semakin memperkuat kiprah Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam melahirkan doktor yang berkontribusi terhadap pengembangan pembelajaran IPS sekaligus menjawab tantangan pendidikan di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Dr. Nurlaili Handayani atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan doktoral. Semoga hasil penelitian dan model MOSI yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pembelajaran IPS, pendidikan multikultural, serta peningkatan cultural intelligence peserta didik di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *