Departemen Kesejahteraan Mahasiswa (Kesmawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia kembali menghadirkan program kerja unggulan berupa kegiatan Selayang Pandang Kesmawa (SEPANGKAS) 2025. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Kesma–Plore! (Kesmawa Exploration Day)” sebagai upaya memperkenalkan peran Kesmawa yang meliputi dua bidang utama, yaitu advokasi dan Bandawa (Bantuan Dana Mahasiswa), kepada mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Sosiologi. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 28 September 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung University Center, UPI Bandung. Pemilihan lokasi ini mendukung suasana formal namun tetap hangat bagi mahasiswa baru maupun senior agar dapat memahami informasi yang berkaitan dengan dunia akademik dan layanan kesejahteraan mahasiswa.
Acara dibuka dengan pengondisian peserta, diikuti pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Pendidikan Sosiologi, serta Hymne HMPS. Sambutan hangat diberikan oleh Ketua Pelaksana, Jihan Nur Habibah, dan dilanjutkan pembukaan resmi oleh Ketua BEM HMPS, Karina Azahra Putri. Suasana semakin hidup ketika peserta menjalani pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mereka terkait akademik dan layanan mahasiswa. Memasuki acara inti, kegiatan menghadirkan talkshow interaktif yang dipandu oleh moderator Mutiara Hurul Aini. Pemateri pertama, Bara Athaya Maghribi (Mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2021), menyampaikan materi mendalam tentang sistem akademik kampus—mulai dari IRS, PRS, KRS, SKS, IP, IPK, hingga mekanisme penangguhan UKT serta pemanfaatan aplikasi SPOT dan SIAK. Penyampaian materi tidak hanya satu arah, tetapi juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang memperlihatkan antusiasme peserta.

Untuk mencairkan suasana, panitia bersama MC menghadirkan ice breaking disertai pembacaan jargon SEPANGKAS yang meningkatkan kebersamaan. Setelah itu, giliran Salsabila Putri Mulyana (Mahasiswa Pendidikan Sosiologi angkatan 2024) yang menyampaikan materi tentang Bandawa. Ia menjelaskan mekanisme bantuan keuangan mahasiswa, mencakup sumber pendanaan, prosedur peminjaman, persyaratan administratif, dan tata aturan yang berlaku. Sesi ini juga dilengkapi dengan diskusi terbuka agar mahasiswa lebih memahami proses pengajuan bantuan keuangan yang seringkali menjadi kebutuhan mendesak. Menuju penutupan, peserta mengikuti post-test melalui aplikasi Quizizz untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan dilombakan sehingga tiga peserta dengan nilai tertinggi memperoleh bingkisan apresiasi. Selain itu, kesan dan pesan dari peserta dihimpun melalui platform Padlet, dengan satu mahasiswa menyampaikan secara langsung di forum.
Ketua pelaksana, Jihan Nur Habibah (Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2024) menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kegiatan ini. Persiapan panjang yang penuh tantangan terbayar dengan semangat dan partisipasi aktif mahasiswa. Ia menekankan bahwa SEPANGKAS bukan sekadar program kerja tahunan, melainkan ruang untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian. Melalui talkshow advokasi akademik dan sosialisasi Bandawa, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami mekanisme yang tersedia sehingga mampu mengelola studi dengan lebih baik. Respon positif juga datang dari peserta yang merasa terbantu dengan adanya forum ini. Diskusi interaktif, kesempatan bertanya, dan suasana kolaboratif menjadikan kegiatan bermakna. Harapan besar disampaikan agar SEPANGKAS dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, bahkan berkembang menjadi forum yang lebih luas sehingga manfaatnya menjangkau seluruh mahasiswa Pendidikan Sosiologi.
Dengan demikian, SEPANGKAS 2025 tidak hanya berhasil menyampaikan informasi teknis mengenai akademik dan kesejahteraan mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, rasa saling peduli, dan semangat belajar bersama. Program ini memperlihatkan bahwa advokasi dan layanan kesejahteraan bukan sekadar administrasi, melainkan jembatan penting untuk mendukung keberlangsungan studi mahasiswa dan memperkuat ikatan antarwarga himpunan.
