Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mengukuhkan Fondasi Ibadah Melalui Bersuci: Kajian Muslimah Tarbiyatun-Nisa Kupas Tuntas Fikih Taharah

Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, bertempat di Ruang 103 Lantai 1 Gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, telah sukses dilaksanakan agenda kajian ilmiah keagamaan bertajuk Tarbiyatun-Nisa x Kajian Rutin Muslimah FPIPS UPI (Kantin IPAI) pada hari Jumat, 8 Mei 2026. Forum edukasi yang mengangkat tema spesifik "Taharah Talk: Karena Ibadah Dimulai dari Bersuci" ini menghadirkan pakar pendidikan Islam terkemuka, Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd., sebagai narasumber utama di hadapan seluruh mahasiswi muslimah di lingkungan FPIPS UPI. Agenda ini diselenggarakan secara tatap muka oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa (BEM HIMA) Ilmu Pendidikan Agama Islam sebagai langkah konkret program studi dalam memfasilitasi pemahaman aspek fikih kewanitaan secara komprehensif guna membentuk kemandirian ibadah yang sah dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kajian khusus ini didasari oleh urgensi pemahaman mengenai syarat sahnya ibadah mahdah, di mana kesucian lahiriah menjadi pintu gerbang utama sebelum menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dr. Nurti Budiyanti, M.Pd. dalam pemaparan materinya membedah secara sistematis berbagai problematika kontemporer seputar hukum bersuci bagi wanita, mulai dari siklus biologis, tata cara mandi wajib yang sesuai tuntunan sunah, hingga mitigasi keraguan dalam ibadah harian. Diskusi interaktif yang berlangsung hangat ini tidak hanya menyentuh dimensi ritualitas semata, melainkan juga menggugah kesadaran intelektual para mahasiswi untuk memahami hikmah medis dan psikologis di balik syariat taharah. Melalui ruang edukasi ini, para peserta dibekali kecakapan praktis untuk menata kualitas ibadah mereka secara mandiri, presisi, dan kokoh berdasarkan dalil-dalil hukum yang valid.

Penyelenggaraan kajian rutin keagamaan berbasis gender di lingkungan kampus memiliki signifikansi yang kuat jika ditinjau dari perspektif sosiologi dan manajemen pendidikan. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi nasional terindeks Sinta, pemenuhan literasi fiqih praktis melalui forum non-formal di perguruan tinggi terbukti secara empiris berkorelasi linear dengan peningkatan kecerdasan spiritual serta pembentukan karakter religius mahasiswa. Lebih lanjut, literatur internasional dalam International Journal of Higher Education Policy terindeks Scopus menegaskan bahwa penyediaan ruang aman diskusi berbasis kelompok minoritas atau gender efektif mendorong kepercayaan diri akademik serta ketahanan mental mahasiswa dalam menghadapi disrupsi sosial. Integrasi nilai spiritual ini memicu lahirnya tradisi akademik yang tidak hanya cerdas secara teoretis, tetapi juga matang dalam pengamalan syariat secara harian.

Aktivitas konkrit yang diinisiasi oleh BEM HIMA ini merupakan pengejawantahan nyata dari komitmen berkelanjutan Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam mendukung ketercapaian global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, forum ini berfungsi memastikan penyediaan akses edukasi keagamaan yang inklusif, merata, dan bermutu tinggi bagi seluruh mahasiswi demi melahirkan generasi perempuan yang literat. Di samping itu, penguatan kapasitas pemahaman fiqih praktis serta penataan kebersihan diri yang diajarkan dalam kajian ini turut mendukung implementasi SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan di bidang keilmuan, serta SDG 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi sanitasi reproduksi berbasis syariat.

Penyelenggaraan program Tarbiyatun-Nisa ini pada hakikatnya menjadi sebuah ruang refleksi spiritual dan intelektual yang sangat bernilai untuk menakar kembali sejauh mana kesucian lahir dan batin telah kita jaga dalam berinteraksi dengan Sang Pencipta. Kesadaran bahwa ibadah yang agung harus diawali dengan proses bersuci yang sempurna mengisyaratkan bahwa kebersihan akademik dan ketulusan niat harus senantiasa menyertai setiap langkah kita dalam menuntut ilmu. Semoga melalui pemahaman fiqih taharah yang lurus dan aplikatif ini, seluruh mahasiswi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa diberi kekuatan oleh Allah Ta'ala untuk istikamah merawat fitrahnya, bergerak menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat, serta berkomitmen mempertahankan tradisi unggul demi tegaknya martabat bangsa dan syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin. Untuk informasi literasi keagamaan dan agenda kajian berikutnya, silakan mengunjungi laman resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram resmi @ipai_official.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *