Segala puji bagi Allah Swt. yang senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya. Kabar gembira dan capaian monumental kembali menaungi Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung. Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI secara resmi berhasil meraih peringkat akreditasi tertinggi, yaitu "Unggul", dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Capaian yang sangat membanggakan ini secara legalitas formal tertuang dalam Surat Keputusan LAMDIK Nomor 947/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2026 yang diterbitkan dan ditandatangani secara elektronik di Jakarta pada 10 Juni 2026 oleh Ketua Umum LAMDIK, Prof. Dr. Muchlas Samani. Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah manis dari konsistensi, kerja keras, serta komitmen transparan dari seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu tata kelola pendidikan di lingkungan kampus UPI Bumi Siliwangi.
Sertifikat akreditasi dengan peringkat tertinggi ini dinyatakan berlaku secara formal sejak tanggal 22 Mei 2026 sampai dengan jangka waktu lima tahun ke depan, yakni hingga 21 Mei 2031. Keberhasilan meraih predikat "Unggul" ini menjadi bukti sahih bahwa seluruh komponen penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI telah memenuhi standar mutu nasional kependidikan tinggi yang ketat. Proses asesmen yang dilewati mencakup penilaian holistik terhadap kurikulum berbasis luaran (outcome-based education), mutu publikasi ilmiah, kualifikasi dosen, tata pamong, hingga sarana prasarana penunjang riset keagamaan yang andal. Pengakuan eksternal dari lembaga independen seperti LAMDIK ini semakin meneguhkan reputasi program studi sebagai salah satu poros utama pendidikan keagamaan yang kompetitif dan adaptif terhadap disrupsi global.
Dalam perspektif teoretis manajemen dan penjaminan mutu pendidikan tinggi, pencapaian akreditasi pada level tertinggi merupakan indikator utama keberhasilan pembumian sistem penjaminan mutu internal yang sehat dan berkelanjutan. Berdasarkan studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus, implementasi budaya mutu yang terintegrasi secara konsisten di perguruan tinggi keagamaan terbukti berkorelasi linear dengan peningkatan produktivitas riset substantif serta daya saing lulusan di pasar kerja global. Lebih lanjut, riset dalam jurnal nasional terindeks Sinta menegaskan bahwa rekognisi eksternal yang diraih lembaga pendidikan tinggi efektif meningkatkan kepercayaan publik (public trust) serta memperluas peluang kemitraan strategis internasional untuk penguatan atmosfer akademik.
Capaian akreditasi "Unggul" ini menjadi manifestasi konkrit dan kontribusi nyata dari Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam mendukung agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, keberhasilan ini merepresentasikan pemenuhan target SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, di mana prodi berkomitmen penuh menyediakan akses pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif, merata, dan bermutu tinggi. Melalui integrasi ilmu yang inklusif, program studi ini secara aktif mencetak sumber daya manusia yang literat secara spiritual dan intelektual, yang siap memberikan kontribusi solutif bagi kemajuan peradaban bangsa dan menjawab kebutuhan zaman.
Bandung IPAI FPIPS UPI - Pencapaian agung yang diraih oleh Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI ini pada hakikatnya wajib disyukuri sebagai wujud rida dari Allah Ta'ala atas ikhtiar kolektif yang tiada henti. Predikat "Unggul" ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan, melainkan sebuah amanah spiritual dan intelektual yang menuntut tanggung jawab moral yang jauh lebih besar untuk senantiasa menyebarkan kebermanfaatan bagi umat dan mempertahankan tradisi juara di tingkat internasional. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum emas ini sebagai pemantik api semangat bagi seluruh dosen, mahasiswa, dan alumni untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas pengabdian masyarakat, dan berinovasi melahirkan karya-karya akademik yang mencerahkan. Saatnya kita merapatkan barisan, meneguhkan niat, dan bergerak bersama demi membuktikan bahwa kita senantiasa siap menjadi pelopor yang unggul dalam melahirkan generasi ulul albab yang membawa kemaslahatan bagi syiar Islam rahmatan lil 'alamin.
Segala puji bagi Allah Swt. yang senantiasa melimpahkan rahmat dan berkah-Nya. Kabar gembira dan capaian monumental kembali menaungi Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya bagi keluarga besar Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung. Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI secara resmi berhasil meraih peringkat akreditasi tertinggi, yaitu "Unggul", dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Capaian yang sangat membanggakan ini secara legalitas formal tertuang dalam Surat Keputusan LAMDIK Nomor 947/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2026 yang diterbitkan dan ditandatangani secara elektronik di Jakarta pada 10 Juni 2026 oleh Ketua Umum LAMDIK, Prof. Dr. Muchlas Samani. Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah manis dari konsistensi, kerja keras, serta komitmen transparan dari seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu tata kelola pendidikan di lingkungan kampus UPI Bumi Siliwangi.
Sertifikat akreditasi dengan peringkat tertinggi ini dinyatakan berlaku secara formal sejak tanggal 22 Mei 2026 sampai dengan jangka waktu lima tahun ke depan, yakni hingga 21 Mei 2031. Keberhasilan meraih predikat "Unggul" ini menjadi bukti sahih bahwa seluruh komponen penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI telah memenuhi standar mutu nasional kependidikan tinggi yang ketat. Proses asesmen yang dilewati mencakup penilaian holistik terhadap kurikulum berbasis luaran (outcome-based education), mutu publikasi ilmiah, kualifikasi dosen, tata pamong, hingga sarana prasarana penunjang riset keagamaan yang andal. Pengakuan eksternal dari lembaga independen seperti LAMDIK ini semakin meneguhkan reputasi program studi sebagai salah satu poros utama pendidikan keagamaan yang kompetitif dan adaptif terhadap disrupsi global.
Dalam perspektif teoretis manajemen dan penjaminan mutu pendidikan tinggi, pencapaian akreditasi pada level tertinggi merupakan indikator utama keberhasilan pembumian sistem penjaminan mutu internal yang sehat dan berkelanjutan. Berdasarkan studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional terindeks Scopus, implementasi budaya mutu yang terintegrasi secara konsisten di perguruan tinggi keagamaan terbukti berkorelasi linear dengan peningkatan produktivitas riset substantif serta daya saing lulusan di pasar kerja global. Lebih lanjut, riset dalam jurnal nasional terindeks Sinta menegaskan bahwa rekognisi eksternal yang diraih lembaga pendidikan tinggi efektif meningkatkan kepercayaan publik (public trust) serta memperluas peluang kemitraan strategis internasional untuk penguatan atmosfer akademik.
Capaian akreditasi "Unggul" ini menjadi manifestasi konkrit dan kontribusi nyata dari Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam mendukung agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, keberhasilan ini merepresentasikan pemenuhan target SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, di mana prodi berkomitmen penuh menyediakan akses pendidikan tinggi keagamaan yang inklusif, merata, dan bermutu tinggi. Melalui integrasi ilmu yang inklusif, program studi ini secara aktif mencetak sumber daya manusia yang literat secara spiritual dan intelektual, yang siap memberikan kontribusi solutif bagi kemajuan peradaban bangsa dan menjawab kebutuhan zaman.
Pencapaian agung yang diraih oleh Program Studi Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI ini pada hakikatnya wajib disyukuri sebagai wujud rida dari Allah Ta'ala atas ikhtiar kolektif yang tiada henti. Predikat "Unggul" ini bukanlah titik akhir dari sebuah perjuangan, melainkan sebuah amanah spiritual dan intelektual yang menuntut tanggung jawab moral yang jauh lebih besar untuk senantiasa menyebarkan kebermanfaatan bagi umat dan mempertahankan tradisi juara di tingkat internasional. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum emas ini sebagai pemantik api semangat bagi seluruh dosen, mahasiswa, dan alumni untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas pengabdian masyarakat, dan berinovasi melahirkan karya-karya akademik yang mencerahkan. Saatnya kita merapatkan barisan, meneguhkan niat, dan bergerak bersama demi membuktikan bahwa kita senantiasa siap menjadi pelopor yang unggul dalam melahirkan generasi ulul albab yang membawa kemaslahatan bagi syiar Islam rahmatan lil 'alamin.
