Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mengelola Emosi dalam Pedagogi Islami: Kajian Shahih Bukhari Kupas Tuntas Seni Memanfaatkan Amarah

Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, bertempat di Masjid Al Furqan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) serta disiarkan secara bauran melalui platform Zoom Meeting, Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa (BEM HIMA) Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI sukses menyelenggarakan forum ilmiah keagamaan Kantin IPAI pada hari Senin, 1 Juni 2026. Kajian intensif yang secara khusus membedah khazanah literatur hadis klasik bertajuk Kajian Shahih Bukhari kali ini mengangkat tema teologis-edukatif yang sangat kontekstual, yaitu "Marah Sebagai Metodik Pendidikan Agama Islam". Dengan menghadirkan pakar metodologi pembelajaran Islam terkemuka, Dr. Elan Sumarna, M.Ag., sebagai narasumber utama, agenda akademik ini digelar secara proaktif guna memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum mengenai bagaimana mengonstruksi emosi kemarahan menjadi sebuah instrumen pedagogis yang mendidik, terukur, dan berbasis pada sunah nubuat.

Dalam pemaparannya yang komprehensif, Dr. Elan Sumarna, M.Ag. mengupas tuntas teks-teks hadis dalam Kitab Shahih Bukhari untuk mendekonstruksi pemahaman awam bahwa amarah selalu berakibat destruktif dalam proses transfer keilmuan. Beliau menjelaskan bahwa dalam konseptualisasi pendidikan Islam, ekspresi ketegasan atau kemarahan yang terkendali yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. sejatinya berfungsi sebagai metodik—sebuah teknik pengajaran berbasis empati demi menegakkan prinsip kebenaran dan menarik perhatian penuh dari peserta didik. Diskusi bauran ini berjalan dengan sangat dinamis, di mana para peserta diajak untuk menelaah secara kritis batasan-batasan psikologis dan fikih pendidik, sehingga ekspresi emosi tersebut tidak berubah menjadi tindakan kekerasan, melainkan tetap menjaga kewibawaan akademik serta kemuliaan akhlak.

Eksistensi kajian metodologi instruksional berbasis teks hadis sahih ini memiliki landasan teoretis yang sangat kokoh dalam perkembangan sains pendidikan modern. Berdasarkan hasil riset ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional terindeks Sinta, integrasi nilai-nilai psikologi keagamaan klasik ke dalam metode pengelolaan kelas terbukti secara empiris mampu meningkatkan kontrol emosi pendidik serta menciptakan iklim belajar yang lebih disiplin. Lebih lanjut, studi internasional yang dimuat dalam Journal of Islamic Education and Pedagogy terindeks Scopus menegaskan bahwa rekonstruksi ketegasan berbasis karakter spiritual efektif menumbuhkan daya nalar kritis serta kepatuhan moral mahasiswa tanpa menimbulkan trauma psikologis. Penggabungan perspektif teologis dengan pendekatan psikologi kognitif modern ini menjadi kunci utama bagi para calon pendidik Muslim untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang mencerahkan umat di tengah era disrupsi digital.

Penyelenggaraan program Kantin IPAI oleh BEM HIMA ini juga merupakan manifestasi konkrit serta kontribusi nyata dari Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam mendukung ketercapaian global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, forum ini berfungsi memastikan penyediaan akses edukasi keagamaan non-formal yang inklusif, merata, dan bermutu tinggi bagi seluruh sivitas akademika guna melahirkan generasi yang literat. Selain itu, penanaman konsep pengelolaan emosi secara bijak dan berkeadilan yang diajarkan dalam kajian metodik ini turut menyokong ketercapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), sebagai ikhtiar kolektif kampus dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, toleran, serta bebas dari segala bentuk kekerasan verbal maupun fisik.

Rangkaian kegiatan ilmiah keagamaan ini pada hakikatnya menjadi ruang refleksi spiritual dan intelektual yang sangat bernilai untuk menakar kembali sejauh mana kemurnian niat dan kendali diri telah kita terapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Kesadaran bahwa mengajar adalah amanah ketuhanan yang luhur mengisyaratkan bahwa setiap metodologi yang kita gunakan—termasuk ketegasan—harus senantiasa bersumber dari rasa kasih sayang demi menyelamatkan masa depan generasi muda. Semoga melalui pemahaman teks Shahih Bukhari yang lurus, kontekstual, dan aplikatif ini, seluruh calon pendidik di lingkungan Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa diberi kekuatan oleh Allah Ta'ala untuk istikamah mengasah kompetensi profesionalnya. Saatnya kita bergerak bersama, memantapkan langkah sebagai generasi ulul albab yang siap menjadi pelopor serta unggul di kancah peradaban dunia demi syiar Islam rahmatan lil 'alamin. Untuk pembaruan informasi dan agenda kajian berikutnya, silakan mengunjungi situs resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram @ipai_official.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *