Geografi sering dikaitkan hanya dengan fenomena fisik seperti cuaca, bentang alam atau peta. Padahal geografi juga mempelajai hubungan antara manusia dan ruang sosial yang mereka tempati. Dalam konteks ini, penyelenggara Geography Social Project berupa Aksi Donor Darah merupakan contoh nyata bagaimana pengetahuan geografi diterapkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
Donor darah bukan hanya sekadar suatu kegiatan sesaat, tetapi berkelanjutan. Kegiatan aksi donor darah ini juga menjadi wadah bagi Mahasiswa yang bukan hanya berperan sebagai pendonor, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan sosial. Dalam pelaksanaanya, kami bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung. Kolaborasi ini adalah hal baru di lingkungan Himpunan Pendidikan Geografi FPIPS UPI.
Pelaksanaan kegiatan Aksi Donor Darah diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 November 2025 yang berlokasi di PMI Kota Bandung. Adapun rangkaian kegiatan seperti berikut :
Rangkaian pertama diawali dengan sesi pematerian 1 minggu sebelum kegiatan yaitu pada tanggal 6 November 2025. Dalam sesi pematerian tersebut kami turut mengundang narasumber yang didatangkan langsung dari PMI Kota Bandung yaitu Bapak Habibi. Di dalam kegiatannya kami diinformasikan screening kesehatan tubuh, prosedur pengambilan darah, syarat menjadi pendonor, dsb. Dalam sesi pematerian ini dihadari oleh para pendonor yang akan diberikan pembekalan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan aksi donor darah.


Kegiatan sesi pematerian ini adalah bekal dan ilmu baru bagi kami karena membuka wawasan mengenai proses donor darah secara ilmiah dan teknis, serta menumbuhkan kesadaran bahwa setetes darah yang kita berikan dapat menjadi harapan dan kesempatan hidup bagi banyak orang. Melalui penjelasan narasumber, kami belajar bahwa donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan rasa empati dalam lingkungan masyarakat.
Rangkaian kedua adalah Aksi Donor Darah yang diselenggarakan di PMI Kota Bandung, tempatnya sangat nyaman karena memiliki ruang tunggu yang memadai dan kami disambut dengan hangat. Pada prosesnya kita akan mengambil nomor antrian terlebih dahulu dan prosesnya sangat cepat dan tanggap. Setiap pendonor diwajibkan melakukan pendaftaran dan pemeriksaan awal. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pendonor tidak memenuhi syarat, maka pendonor tersebut dinyatakan tidak dapat melanjutkan proses donor darah. Estimasi waktu donor sekitar 30 menit dan setelah itu setiap pendonor diarahkan untuk menuju ruang rehidrasi/ruang snack pendonor. Diberikan sejumlah snack seperti bubur kacang hijau, roti, biskuit dan air teh hangat, dll.
Dengan terlaksananya kegiatan Aksi Donor Darah ini, kami menyadari bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Melalui partisipasi para pendonor, dukungan PMI Kota Bandung, serta semangat kebersamaan seluruh peserta, kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam membantu sesama. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor darah secara rutin. Dengan demikian, aksi kemanusiaan ini dapat terus hidup dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.



Penulis : Carissa Windianti (2302063)
Editor : Syalwa Ramadianti (2407430)