Bandung IPAI FPIPS UPI - Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa (BEM HIMA) IPAI sukses menyelenggarakan forum kajian akademik-keagamaan bertajuk Kantin IPAI. Kegiatan kajian interaktif yang mengangkat tema khusus "Tafsir Tarbawy: Tauhid Sebagai Paradigma Kehidupan Manusia (QS. Asy-Syura: 78 – 85)" ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Dengan menghadirkan pakar pendidikan Islam terkemuka, Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd., sebagai narasumber utama, agenda ilmiah ini diselenggarakan guna memperdalam pemahaman teologis mahasiswa serta masyarakat umum dalam menginternalisasi nilai-nilai tauhid sebagai fondasi utama dalam seluruh lini aktivitas dan peradaban manusia kontemporer.
Antusiasme peserta yang menghadiri ruang virtual ini merefleksikan tingginya kebutuhan akan bimbingan spritual yang berbasis argumentasi ilmiah yang kokoh di tengah arus disrupsi pemikiran. Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd. dalam pemaparannya membedah secara mendalam ayat demi ayat dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syura ayat 78 hingga 85, yang menekankan pentingnya menempatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai pusat orientasi kehidupan melalui pengakuan atas kemahakuasaan-Nya dalam penciptaan, pemberian petunjuk, pemenuhan kebutuhan jasmani, penyembuhan penyakit, hingga otoritas kehidupan dan kematian. Pembahasan interaktif ini menggugah kesadaran intelektual peserta untuk merombak paradigma sekuler menjadi paradigma tauhid yang integral, di mana sains, teknologi, dan pendidikan harus senantiasa bersumber dan bermuara pada pengabdian kepada Sang Khalik demi kemaslahatan umat.
Pelaksanaan kegiatan kajian ini juga merupakan manifestasi konkrit dan kontribusi nyata dari Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam FPIPS UPI dalam mendukung pencapaian global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, agenda ini beririsan langsung dengan pemenuhan target SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, di mana prodi melalui organisasi kemahasiswaan mampu menyediakan wadah edukasi non-formal yang inklusif, merata, dan bermutu tinggi guna melahirkan generasi yang literat secara spiritual dan intelektual. Lebih jauh, penanaman nilai tauhid dan kedamaian batin dalam relasi sosial manusia yang dibahas dalam kajian ini turut memperkuat ketercapaian SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) demi menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dan berkarakter luhur.
Penyelenggaraan Kantin IPAI ini pada hakikatnya menjadi sebuah ruang refleksi spiritual dan intelektual yang sangat berharga untuk mengevaluasi kembali sejauh mana nilai-nilai ketuhanan telah diimplementasikan dalam perilaku akademik dan sosial kita sehari-hari. Kesadaran bahwa hidup manusia merupakan sebuah bentangan buku yang harus diisi dengan proses belajar yang tiada henti mengisyaratkan bahwa pemahaman tafsir tarbawy ini harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata, bukan sekadar menjadi tumpukan teori di ruang diskusi. Semoga melalui pemahaman tauhid yang lurus dan kokoh ini, seluruh sivitas akademika Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI senantiasa diberi kekuatan dan bimbingan oleh Allah Ta'ala untuk istikamah bergerak menjadi pelopor peradaban yang unggul, mencerahkan umat, serta membawa kemaslahatan bagi syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin.
